Pantai Gading Kejar Ketertinggalan dari Gabon 2-3 (2025)

Pantai Gading Kejar Ketertinggalan

Pantai Gading Kejar Ketertinggalan dari Gabon 2-3 (2025)

Pantai Gading melakukan comeback dramatis saat menekuk Gabon 3-2 pada laga terakhir Grup F Piala Afrika 2025 di Stadion Marrakech, Rabu (31/12/2025) malam waktu setempat atau Kamis (1 Januari 2026) dini hari WIB. Sempat tertinggal 0-2 lebih dulu, sang juara bertahan membalikkan keadaan lewat gol Jean-Philippe Krasso, Evann Guessand, dan Bazoumana Touré untuk memastikan status juara grup dan tiket ke babak 16 besar.

Gabon sempat mengejutkan dengan dua gol cepat di babak pertama. Guélor Kanga membuka skor pada menit ke-11 setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang, lalu Denis Bouanga menggandakan keunggulan lewat tembakan melengkung ke pojok gawang pada menit ke-21. Pantai Gading baru mampu memperkecil ketertinggalan jelang turun minum ketika kerja sama apik di sisi kiri diakhiri Wilfried Zaha dengan umpan tarik ke Krasso yang menuntaskannya menjadi gol pada menit ke-44.

Pantai Gading Menemukan Tempo Permainan Yang Baik

Media Bandar Judi Bola mengatakan di babak kedua, tekanan Pantai Gading semakin menjadi. Setelah beberapa peluang terbuang, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-84 saat umpan silang Christopher Operi disundul Evann Guessand untuk menyamakan kedudukan 2-2. Puncak drama hadir di masa injury time; sepak pojok yang belum dibersihkan sempurna dimanfaatkan Bazoumana Touré dengan tandukan jarak dekat pada menit 90+1, membuat skor berbalik 3-2 dan membungkam asa Gabon yang sebelumnya sudah unggul jauh.

Kemenangan ini mengantar Pantai Gading lolos ke babak 16 besar sebagai juara Grup F dengan tujuh poin dan akan menghadapi Burkina Faso di fase gugur, sementara Gabon tersingkir setelah menelan tiga kekalahan beruntun meski sempat memberi perlawanan sengit di partai pamungkas. Comeback 3-2 atas Gabon juga menegaskan karakter Pantai Gading sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Afrika 2025, mampu bangkit bahkan ketika tertinggal dua gol di laga penentuan.

Crystal Palace Berhasil Samakan Kedudukan 2-2 atas KuPS

Crystal Palace Berhasil Samakan Kedudukan 2-2 atas KuPS, Tiket 16 Besar Terbantu

Crystal Palace harus bekerja keras sebelum akhirnya berhasil menyamakan kedudukan 2-2 saat menghadapi klub Finlandia, KuPS, pada lanjutan fase liga UEFA Conference League 2025/26, Kamis malam waktu setempat atau Jumat (19 Desember 2025) dini hari WIB. Hasil imbang ini membuat The Eagles tetap menjaga peluang lolos ke babak 16 besar, meski gagal mengamankan kemenangan tandang.

KuPS tampil berani di hadapan publik sendiri. Wakil Finlandia itu memimpin lebih dulu lewat gol cepat di babak pertama memanfaatkan kelengahan lini belakang Palace. Tekanan terus mereka lanjutkan dan sebuah serangan rapi di awal babak kedua membuat skor berubah menjadi 2-0, menempatkan Palace dalam situasi sulit dan sempat membuat laga seolah akan jadi milik tuan rumah.

Crystal Palace Mengejar Kedudukan di Babak Kedua

Media Bandar Judi Bola melihat Crystal Palace menunjukkan karakter tak menyerah. Pergantian pemain dari bangku cadangan mengubah ritme serangan, dan gol balasan akhirnya lahir melalui sebuah penyelesaian dari dalam kotak penalti yang memperkecil kedudukan menjadi 2-1. Terus menekan di sisa laga, Palace akhirnya mendapatkan gol penyama kedudukan 2-2 di menit-menit akhir, memanfaatkan kemelut di depan gawang KuPS yang tidak mampu disapu bersih lini pertahanan mereka.

Secara keseluruhan, Palace tampil lebih dominan dari sisi penguasaan bola dan jumlah peluang, tetapi dua gol cepat KuPS membuat mereka harus bangkit dari situasi tertinggal. Satu poin ini tetap bernilai penting dalam perhitungan klasemen fase liga UEFA Conference League 2025/26, karena membantu Crystal Palace menjaga posisi di jalur aman menuju fase gugur, sementara KuPS harus puas dengan hasil imbang setelah sempat berada di ambang kemenangan bersejarah.

Borussia Monchengladbach Curi Kemenangan Tipis 0-1

Borussia Monchengladbach Curi Kemenangan Tipis 0-1 di Kandang Mainz Lewat Own Goal Da Costa

Borussia Monchengladbach sukses membawa pulang tiga poin penting dari markas Mainz 05 setelah menang 1-0 pada laga Bundesliga 2025/26 yang digelar di MEWA Arena, Sabtu (6 Desember 2025) dini hari WIB pukul 02.30. Gol tunggal kemenangan Die Fohlen lahir dari gol bunuh diri Danny da Costa pada menit ke-58, sekaligus memutus tren positif Mainz dalam pertemuan terakhir kedua tim.

Kemenangan tandang ini terasa krusial karena menaikkan Monchengladbach ke papan tengah klasemen dengan 16 poin dari 13 pertandingan, sementara Mainz tetap terpuruk di dasar klasemen dengan enam poin dan kini sudah sembilan laga beruntun tanpa kemenangan di Bundesliga musim ini.

Awal Laga: Mainz Menekan, Gladbach Tampil Lebih Efisien

Mainz datang ke pertandingan ini dengan situasi sulit. Klub yang kini ditangani pelatih interim Benjamin Hoffmann itu baru saja berpisah dengan Bo Henriksen usai kekalahan 0-4 dari Freiburg dan tengah mengalami start terburuk di Bundesliga. Sumber dari: Laliga365.

Didukung penuh publik MEWA Arena, Mainz langsung mencoba menekan sejak menit awal. Debutan muda Fabio Moreno Fell sempat membuat jantung fan Gladbach berdebar ketika dalam satu momen ia menghantam mistar dan tiang gawang hampir berurutan, meski peluang tersebut akhirnya tidak dihitung karena lebih dulu terperangkap offside.

Di sisi lain, Monchengladbach yang datang dengan kepercayaan diri cukup tinggi di bawah Eugen Polanski mencoba bermain lebih sabar. Peluang terbaik mereka di babak pertama hadir ketika Jens Castrop sudah berdiri bebas di depan gawang, namun upayanya berhasil disapu di garis oleh Maxim Leitsch. Dari situasi sepak pojok, bola sempat masuk ke gawang Mainz melalui sundulan Leitsch sendiri, tetapi gol dianulir VAR karena terdapat handball Yannik Engelhardt di garis gawang.

Meski tekanan saling berganti, skor 0-0 bertahan hingga turun minum. Secara permainan, Mainz menguasai lebih banyak bola, namun Monchengladbach terlihat lebih matang dalam memanfaatkan setiap serangan balik yang mereka dapatkan.

Gol Bunuh Diri Da Costa Jadi Penentu di Babak Kedua

Babak kedua dimulai dengan tempo yang masih tinggi. Mainz kembali menggebrak, dan peluang emas datang dari Nelson Weiper yang lolos di belakang garis pertahanan Gladbach. Penyerang muda itu melepaskan tembakan keras, namun kiper Monchengladbach, Moritz Nicolas, membaca arah bola dengan sangat baik dan melakukan penyelamatan penting.

Justru ketika Mainz tampak mulai menemukan ritme, petaka datang bagi tuan rumah. Menit ke-58, Gladbach mendapatkan sepak pojok dari sisi kiri. Haris Tabaković memenangkan duel udara dan menyundul bola ke arah tiang jauh. Bola yang sebenarnya mengarah ke luar gawang mengenai punggung Danny da Costa dan berbelok masuk ke gawang sendiri, meninggalkan Daniel Batz yang sudah bergerak ke arah berlawanan tanpa bisa berbuat banyak.

Gol bunuh diri tersebut menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan. Bagi Da Costa, momen ini terasa semakin pahit karena tercatat sebagai own goal pertama dalam kariernya di Bundesliga, dan terjadi ketika timnya sangat membutuhkan poin untuk keluar dari zona merah.

Monchengladbach sendiri menunjukkan mental yang kuat. Setelah unggul 1-0, mereka tidak hanya bertahan pasif, tetapi tetap berusaha mencari celah lewat serangan balik cepat yang dipimpin Tabaković, Castrop, dan Shuto Machino.

Gladbach Menahan Gempuran Mainz Hingga Akhir

Tertinggal di kandang sendiri membuat Mainz meningkatkan intensitas serangan di sisa waktu pertandingan. Weiper kembali mendapat peluang emas melalui sundulan dari jarak dekat setelah aksi brilian Jae-sung Lee di sisi sayap, namun bola melenceng tipis dari gawang.

Di periode ini, justru pertahanan Monchengladbach yang tampil sangat disiplin. Rocco Reitz, yang didapuk sebagai kapten, menjadi motor di lini tengah. Ia tidak hanya rajin menutup ruang, tetapi juga aktif mengalirkan bola ke depan dan mencatat jarak lari lebih dari 12 kilometer dengan kecepatan tertinggi 34 km/jam, sebuah bukti kerja kerasnya di kedua sisi lapangan.

Mainz sebenarnya tak kekurangan usaha. Mereka menutup laga dengan penguasaan bola 55,2 persen, unggul dalam jumlah tendangan sudut (8 berbanding 6), dan melepaskan total 8 percobaan tembakan. Namun hanya dua yang tepat sasaran, dibanding lima tembakan on target milik Monchengladbach yang tampil lebih efektif.

Hingga wasit Benjamin Brand meniup peluit panjang, skor 0-1 tak berubah. Monchengladbach berhasil menahan gelombang serangan Mainz dan mengamankan kemenangan tandang yang terasa bak “pencurian” poin, mengingat tuan rumah sebenarnya tampil cukup dominan dari sisi statistik.

Implikasi Klasemen: Mainz Kian Terbenam, Gladbach Naik ke Papan Tengah

Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Mainz. Dengan hanya satu kemenangan, tiga kali imbang, dan sembilan kekalahan dari 13 laga, mereka semakin tenggelam di posisi juru kunci dengan enam poin dan selisih gol -13. Rentetan sembilan pertandingan tanpa kemenangan di Bundesliga membuat tugas pelatih interim Benjamin Hoffmann kian berat untuk menyelamatkan musim.

Sebaliknya, Borussia Monchengladbach bisa sedikit bernafas lega. Kemenangan di MEWA Arena membuat mereka mengoleksi 16 poin (4 menang, 4 imbang, 5 kalah) dan menegaskan kebangkitan perlahan di era Eugen Polanski setelah sebelumnya sempat menjalani empat laga liga tanpa kekalahan sebelum tersingkir di DFB-Pokal.

Bagi Gladbach, tiga angka dari Mainz bukan sekadar kemenangan tandang biasa. Mereka berhasil menahan gempuran tim tuan rumah yang sedang berjuang keluar dari zona merah, sekaligus menunjukkan bahwa performa stabil di laga tandang bisa menjadi kunci untuk merangkak naik ke persaingan zona Eropa di sisa musim.

Tottenham Hajar Copenhagen 4-0, Van de Ven Curi Perhatian

Tottenham Hajar Copenhagen 4-0, Van de Ven Curi Perhatian

Tottenham Hotspur meraih kemenangan spektakuler dengan skor 4-0 atas FC Copenhagen dalam laga fase grup Liga Champions 2025/26 yang berlangsung di Tottenham Hotspur Stadium. Gol-gol dicetak oleh Brennan Johnson, Wilson Odobert, seorang solo-goal luar biasa dari Micky van de Ven, serta João Palhinha. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa Spurs kembali menemukan variasi serangan dan semangat juang mereka.

Dominasi Tampil Jelas, Momen Tanda Kemenangan

Sejak awal pertandingan, Tottenham mengambil inisiatif serangan. Johnson membuka keunggulan melalui tendangan sudut sempurna yang mengecoh kiper Copenhagen. Tidak lama kemudian, Odobert menambah angka menjadi 2-0 setelah memanfaatkan kesalahan pertahanan lawan. Meski kemudian Johnson menerima kartu merah—meninggalkan tim dengan sepuluh pemain—Spurs justru tak kehilangan ritme. Van de Ven kemudian mencetak gol dari solo run panjang yang mengejutkan banyak pihak, dan Palhinha menyempurnakan pesta gol.

Implikasi & Arah Baru Tottenham

Kemenangan besar ini bukan hanya soal tiga poin—melainkan juga soal momentum. Tottenham kini berada dalam posisi kuat menuju babak gugur, dan performa mereka di kandang semakin mengancam lawan-lawannya di grup. Pelatih Thomas Frank yang pakai Baju Sponsor BCAQQ itu pun memuji karakter timnya yang mampu terus menekan meski bermain dengan sepuluh orang. Namun dia juga menegaskan bahwa konsistensi masih harus dijaga agar hasil seperti ini tidak hanya terjadi sesekali.

Ronaldo Cetak Brace di Babak Pertama Bawa Portugal Unggul

Ronaldo Cetak Brace di Babak Pertama Bawa Portugal Unggul

Dalam laga kualifikasi Grup F Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Estádio José Alvalade, Cristiano Ronaldo menunjukkan kelasnya dengan mencetak dua gol—satu di menit ke-22 dan satu lagi di injury time babak pertama—untuk membawa Portugal unggul sementara atas Hungaria. Tendangan pertamanya menyambut umpan Nelson Semedo berhasil menjebol gawang, sedangkan gol kedua lahir dari assist manis Nuno Mendes yang mengirim bola silang tajam yang diakhiri dengan tendangan terukur oleh Ronaldo yang pakai baju Edisi Spesial dari Indobet365.

Gol-gol ini menandai momen penting dalam karier Ronaldo: golnya yang pertama melampaui rekor pencetak gol terbanyak di babak kualifikasi Piala Dunia, dengan total 41 gol dalam kariernya di babak kualifikasi. Dengan dua gol itu, ia melewati rekor yang sebelumnya dipegang oleh Carlos Ruiz (39 gol).

Hungaria Bangkit dan Penyesalan Akhir Portugal

Setelah tertinggal dua gol, Hungaria tidak menyerah. Mereka terus memberikan tekanan, dan pada menit ke-8 Attila Szalai sebenarnya membuka skor lebih dulu lewat sundulan dari situasi bola mati, tetapi gol itu disamakan oleh Ronaldo tak lama kemudian.

Babak kedua Portugal mendominasi penguasaan bola dan menciptakan beberapa peluang, termasuk dua kali membentur mistar gawang. Namun, pada masa injury time, Dominik Szoboszlai memanfaatkan lemparan ke dalam dan kesalahan pertahanan Portugal untuk mencetak gol penyama skor 2-2 dan memupus kemenangan yang tampaknya akan diraih Portugal.

Analisis & Implikasi

Penampilan Ronaldo malam itu memperlihatkan bahwa meskipun usianya sudah menua (40 tahun), naluri mencetak golnya belum pudar. Gol pembuka dan kedua berhasil dicetak lewat timing yang tepat dan pemahaman posisi yang tajam. Namun, performa tim secara kolektif masih punya kelemahan, terutama dalam menjaga konsentrasi di menit-menit akhir dan mengantisipasi serangan balik lawan.

Hasil imbang 2-2 membuat Portugal belum bisa memastikan tiket ke Piala Dunia lebih awal. Mereka kini mengoleksi 10 poin dari empat laga, unggul atas Hungaria dengan selisih poin, namun bila tidak menjaga konsistensi mereka bisa tergeser. Hungaria, dengan satu poin dari laga itu, tetap berada di posisi perebutan tiket playoff dan menampilkan bahwa mereka masih mampu bertahan dan mencuri poin jauh dari rumah.

Pulisic Berdouble, AC Milan Lumat Udinese 3-0 (2025)

Pulisic Berdouble, AC Milan Lumat Udinese 3-0 di Serie A

AC Milan meraih kemenangan telak 3-0 atas Udinese dalam lanjutan giornata keempat Serie A di Stadion Bluenergy, Udine. Christian Pulisic jadi pahlawan utama dengan dua gol dan satu assist dalam performa dominan yang mengangkat Milan ke peringkat ketiga klasemen. Kemenangan ini juga memutus catatan belum terkalahkan Udinese di awal musim.

Babak Pertama: Gol Tertunda Tapi Tekanan Milan Tidak Pernah Surut

Sejak menit awal, Milan menampilkan agresivitas tinggi. Udinese yang tampil di kandang sendiri mencoba tampil solid dan meredam serangan Rossoneri, namun pada menit ke-40 tekanan itu membuahkan hasil. Umpan silang dari Pervis Estupiñán membentur bek Udinese dan bola lepas ke Christian Pulisic, yang dengan cepat memanfaatkan bola muntah untuk membuka skor. Milan menyudahi babak pertama dengan keunggulan tipis 1-0.

Babak Kedua: Milan Memanuskan keunggulan lewat Fofana, Pulisic Tambah Gol

Kebangkitan Milan berlanjut segera setelah kick-off babak kedua. Youssouf Fofana menggandakan keunggulan lewat tembakan keras memanfaatkan bola liar di kotak penalti pada menit ke-46, tak lama setelah turun minum. Gol kedua ini membuat mentalitas Udinese goyah. Tidak lama kemudian, di menit ke-53, Christian Pulisic menambah skor dengan sepakan tajam ke sudut dekat setelah menerima umpan dari Adrien Rabiot. Skor 3-0 ini bertahan hingga akhir pertandingan karena Milan mampu menjaga kontrol permainan serta meminimalkan peluang Udinese.

Statistik, Penampilan Pemain Kunci & Dampaknya

Christian Pulisic pantas disebut Man of the Match; dua gol dan satu assist membuatnya terlibat penuh dalam ketiga gol Milan. Ia tampil kembali di starting XI dan langsung menunjukkan tajinya. Youssouf Fofana juga menunjukkan performa mengesankan; golnya menjadi bukti bahwa lini tengah Milan mulai menemukan ritme yang baik. Dari segi statistik, Milan mendominasi tidak hanya dalam penguasaan bola tapi juga dalam hal peluang dan efektivitas tembakan.

Kemenangan ini membawa AC Milan ke 9 poin dari 4 laga, sejajar dengan Napoli, tetapi tetap satu poin di belakang Juventus yang memimpin klasemen. Udinese, yang sebelumnya tak terkalahkan, harus puas berada di posisi keenam dengan 7 poin setelah laga ini.

Kesimpulan

Pertandingan Udinese vs AC Milan kemarin menunjukkan bahwa Milan punya kedalaman skuad dan mentalitas yang kuat. Meski bermain di kandang tim yang mulai percaya diri, Milan tidak memberi ruang untuk berkembang kepada Udinese. Gol pembuka di babak pertama, ditambah gol cepat di awal babak kedua dan tambahan dari Pulisic, mematikan harapan comeback tuan rumah. Bagi Udinese, kekalahan ini adalah batu uji bahwa mereka harus lebih tangguh terutama menghadapi klub besar.

Manchester United Pertimbangkan Unai Emery (2025)

Manchester United Pertimbangkan Unai Emery sebagai Kandidat Gantikan Ruben Amorim

Emery Masuk Radar IF Man United Memutuskan Ganti Pelatih

Manchester United dikabarkan mulai mempertimbangkan Unai Emery, manajer Aston Villa, sebagai kandidat pengganti Ruben Amorim jika klub memutuskan untuk melakukan pergantian pelatih musim depan. Emery dikenal sebagai spesialis Liga Europa, dengan pengalaman juara bersama Sevilla dan Villarreal.

Kenapa Emery Dipertimbangkan?

Pencapaian impresif di Inggris dengan Aston Villa—termasuk menyegel tiket Liga Champions dan mencapai tahap 16 besar Liga Champions—menjadikannya figur menarik bagi United. Emery dinilai sebagai pilihan jangka panjang dengan rekam jejak solid di konser Eropa.

Alternatif Lain di Daftar INEOS

Namun, selain Emery, ada beberapa nama lain yang juga masuk dalam daftar pendek pencarian pengganti Amorim. INEOS—pemilik United—menyertakan Massimiliano Allegri, Julen Lopetegui, dan Joachim Löw sebagai opsi potensial.

Situasi Amorim: Tekanan dan Ambang Evaluasi

Amorim sendiri menghadapi periode yang penuh tekanan. Rekam jejaknya di United—meski membanggakan saat di Sporting—belum terbukti stabil di Old Trafford, dan para pengamat menyebut posisinya cukup rapuh. Jika performa tak membaik, perubahan manajerial bisa terjadi.

Ringkasan Singkat

Elemen Rincian Singkat
Kandidat Utama Unai Emery (Villa)
Alasan Dipertimbangkan Spesialis Eropa, sukses di Villa
Alternatif Lain Allegri, Lopetegui, Löw
Situasi Amorim Tekanan performa, posisi evaluatif

Persiapan Patrick Kluivert Jelang FIFA Matchday (2025)

Persiapan Patrick Kluivert Jelang FIFA Matchday: Fokus, Strategi, dan Detilge

1. Daftar 27 Pemain Dipanggil untuk Matchday

Patrick Kluivert telah merilis daftar 27 pemain Timnas Indonesia yang akan berlaga dalam FIFA Matchday melawan Kuwait (5 September) dan Lebanon (8 September) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Pemanggilan ini mencakup campuran pemain dari BRI Super League dan luar negeri, termasuk Marc Klok yang kembali setelah 1,5 tahun, serta Beckham Putra dan Ragnar Oratmangoen.

2. Tujuan Strategis di Balik Laga Uji Coba

Pertandingan ini merupakan bagian krusial dalam persiapan menuju putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 di Oktober, di mana Indonesia akan menghadapi Arab Saudi dan Irak. Pertandingan melawan tim Timur Tengah seperti Kuwait dan Lebanon menjadi sarana penting untuk memahami gaya bermain lawan dan mematangkan taktik tim.

3. Filosofi Taktik: 4-3-3 dan Pengaruh Belanda

Era Kluivert membawa pendekatan sepak bola ala Belanda dengan skema offensive 4-3-3 yang fleksibel dan adaptif. Kehadiran asisten pelatih Alex Pastoor dan Denny Landzaat serta teknikal adviser Jordi Cruyff memperkuat fondasi filosofi “Oranje” yang ingin diterapkan timnas.

4. Target & Keyakinan Menghadap Lawan Kuat

Kluivert menyatakan kepercayaan tinggi kepada skuadnya, berharap bisa mendapatkan hasil positif di hadapan publik Surabaya demi menjaga momentum menuju kualifikasi selanjutnya. Pelatih juga menerapkan latihan intensif yang disesuaikan dengan karakter Kuwait dan Lebanon.

5. Kombinasi Pemain Lokal dan Diaspora

Skuad terdiri dari 10 pemain dari Liga Indonesia dan 15 pemain yang merumput di luar negeri, plus satu tanpa klub saat ini — Thom Haye. Kombinasi ini diharapkan menciptakan sinergi antara semangat lokal dan pengaruh taktis modern.

Ringkasan Singkat

Elemen Persiapan Detail Utama
Skuad yang Dipanggil 27 pemain dari domestik dan luar negeri termasuk Marc Klok dan Beckham Putra
Tujuan Matchday Latihan kunci jelang lawan Arab Saudi dan Irak di Kualifikasi 2026
Filosofi Taktik Skema 4-3-3 fleksibel ala Belanda dengan Cruyff sebagai penasihat strategi
Latihan Intensif Fokus adaptasi gaya Kuwait & Lebanon dengan publik Surabaya sebagai motivator
Sinergi Pemain Kolaborasi pemain lokal dan diaspora demi kekuatan tim optimal

Ardon Jashari Semakin Dekat ke AC Milan (2025)

Ardon Jashari Semakin Dekat ke AC Milan: Tekad & Angka yang Harus Tinggi

Gelandang Swiss muda berusia 23 tahun, Ardon Jashari, secara terbuka menyatakan hanya ingin bergabung ke AC Milan musim ini. Namun, negosiasi dengan Club Brugge masih jauh dari selesai karena perbedaan harga yang signifikan.

Keinginan Kuat Jashari & Negosiasi yang Rumit

  • Fabrizio Romano menyatakan bahwa Jashari hanya bernegosisi dengan Milan, menolak tawaran dari klub lain seperti Borussia Dortmund, dan menjadikan Milan sebagai tujuan ideal masa depan.

  • Tawaran awal Milan sekitar €30 juta plus bonus, namun Brugge meminta tarif lebih tinggi—minimal €35 juta hingga €40 juta sebagai biaya tetap.

Terobosan & Kesepakatan Final

  • Pada 5 Agustus 2025, ANTARA News dan beberapa media Italia melaporkan kesepakatan tercapai di angka total €39 juta (termasuk bonus), dan Jashari siap jalani tes medis dalam 24–48 jam ke depan.

  • Proposal pembayaran dicicil selama empat tahun. Jashari diyakini akan menandatangani kontrak lima tahun dengan gaji awal €2,5 juta per musim dan kenaikan menyesuaikan performa.

Profil & Peran Ideal di Milan

  • Jashari tampil mengesankan bersama Club Brugge musim lalu dengan kontribusi seimbang antara bertahan dan menyerang. Ia memenangi penghargaan Player dan Young Player of the Year di Belgian Pro League 2025.

  • Di Milan, diharapkan menjadi sosok bintang baru di lini tengah setelah kedatangan Modrić dan Samuele Ricci.

Kompetisi Transfer & Strategi Klub

Aspek Detail
Nilai Transfer Tertutup €39 juta (termasuk €34 juta tetap + €5 juta bonus)
Keinginan Pemain Jashari menolak tawaran lain, fokus hanya ke Milan
Klub Penjual Club Brugge sebelumnya menolak tawaran €33,5 juta plus bonus belum cukup
Kompetitor & Risiko Dortmund masih mengintai; Milan beri ultimatum kalau tak lanjut maka bubar negosiasi
Dampak bagi Milan Tambahan lini tengah signifikan dan simbol strategi jangka panjang

Kesimpulan

Saga transfer Ardon Jashari ke AC Milan memasuki babak akhir: setelah bertahan dari tawaran awal yang ditolak, Milan kini berhasil mencapai kata sepakat dengan biaya total hingga €39 juta dan mendekat ke fase finalisasi administrasi. Jashari sudah menyatakan komitmennya, dan beberapa hari ke depan kemungkinan besar akan resmi diumumkan sebagai pemain anyar Rossoneri.

Spanyol Wanita Tundukkan Prancis 2–1 dan Melaju ke Semifinal

Spanyol Wanita Tundukkan Prancis 2–1 dan Melaju ke Semifinal UEFA Women’s Euro 2025

Timnas Spanyol Wanita tampil tangguh saat menekuk Prancis Wanita 2–1 di perempat final UEFA Women’s Euro 2025, dalam laga yang berlangsung di Zurich tadi malam.

Jalannya Pertandingan

  • Prancis sempat unggul lebih dulu melalui gol cepat di babak pertama, memanfaatkan situasi chaotic di kotak penalti Spanyol.

  • Namun, Spanyol bangkit di babak kedua: gelandang bertahan Claudia Pina menyamakan skor dengan tendangan jarak jauh menit ke‑60.

  • Gol penentu lahir di menit ke‑78, lewat aksi cemerlang Marta Cardona, yang menyelesaikan serangan balik cepat dengan tendangan klinis.

Statistik & Performa

  • Spanyol mendominasi penguasaan bola mencapai 58%, menciptakan 18 tembakan dengan 7 on‑target, sedangkan Prancis hanya memiliki 9 shots dan 3 on‑target.

  • Goalkeeper Spanyol tampil krusial dengan 5 penyelamatan penting, menjaga gawang tetap aman di momen-momen genting.

Makna Kemenangan Besar

  • Hasil ini membawa Spanyol ke semifinal UEFA Women’s Euro 2025; di babak berikutnya mereka akan bertemu pemenang laga Jerman vs England/Italy.

  • Spain telah menunjukkan konsistensi: tak terkalahkan di turnamen ini, setelah mengalahkan Swiss 2–0 di perempat final sebelumnya—meski laga berlangsung di markas lawan ([The Guardian power‑ranking]* mention Spain masih di top)

Kesimpulan

Kemenangan 2-1 ini mempertegas status Spanyol Wanita sebagai salah satu kandidat juara. Dengan penguasaan bola, pressing agresif, dan keputusan taktis cerdas, Spanyol sukses menyingkirkan Prancis dan siap melangkah ke babak semifinal, menanti tangguhnya Jerman atau Inggris/Italia.